Kalkulator Tes Kehamilan

Menjalani IUI, IVF, atau transfer embrio beku? Masukkan tanggal ovulasi yang menjadi acuan waktunya, atau gunakan tanggal konsepsi sebagai perkiraan yang mendekati.
Tanggal tes paling andal
tes paling awal yang realistis
hari pasca ovulasi hari ini
Tes rumahan mendeteksi hCG, hormon yang kira-kira berlipat ganda setiap 2–3 hari setelah implantasi — melakukan tes lebih awal dari tanggal "paling awal yang realistis" berisiko memberikan hasil negatif palsu hanya karena kadarnya belum cukup tinggi, meskipun Anda sebenarnya hamil. Melakukan tes pada atau setelah hari haid Anda seharusnya datang (tanggal "paling andal") memberikan hasil paling akurat.

Cara kerja perhitungannya

Titik tolak semua perhitungan di atas bukan hari pertama haid terakhir Anda, melainkan perkiraan tanggal ovulasi — sebab itulah momen sel telur benar-benar bertemu sperma, bukan hari haid dimulai. Kalau Anda memilih metode "Haid terakhir", kalkulator mengambil panjang siklus yang Anda masukkan lalu menguranginya dengan 14 hari (fase luteal, yaitu jarak dari ovulasi sampai haid berikutnya, cenderung tetap di kisaran 12–14 hari meski panjang keseluruhan siklus berbeda-beda antar orang). Hasilnya jadi perkiraan hari ovulasi.

Dari titik ovulasi itu, dua tanggal dihitung maju: 10 hari untuk "tes paling awal yang realistis", dan 14 hari untuk "tanggal tes paling andal" — yang biasanya jatuh persis di sekitar hari haid seharusnya datang. Kolom "hari pasca ovulasi" (DPO) hanyalah selisih antara hari ini dan tanggal ovulasi tersebut, dibulatkan ke hari terdekat.

Kalau Anda sudah tahu persis kapan ovulasi terjadi — misalnya lewat pemantauan suhu basal, hasil USG folikel, atau siklus IUI/Clomid/FET yang dipandu dokter — pilih metode "Tanggal ovulasi" agar hitungannya langsung memakai tanggal pasti itu, bukan estimasi dari panjang siklus.

Hal yang perlu diketahui sebelum tes

Angka 10 dan 14 hari di atas adalah perkiraan yang masuk akal untuk kebanyakan orang, bukan jaminan. Waktu implantasi sendiri bervariasi — umumnya terjadi 6–12 hari setelah ovulasi — dan kadar hCG pada hari-hari awal itu sangat rendah, sehingga sensitivitas alat tes (biasanya 20–25 mIU/mL untuk tes rumahan biasa) sangat menentukan apakah hasilnya sudah bisa terbaca positif atau belum.

Untuk siklus yang tidak teratur, PCOS, atau kondisi lain yang membuat panjang siklus sulit ditebak, metode "Haid terakhir" jadi kurang akurat karena asumsi 14 hari fase luteal mungkin tidak berlaku persis untuk Anda. Begitu juga bila Anda baru berhenti KB hormonal — siklus butuh waktu untuk kembali ke pola alaminya.

Jika hasil tes negatif tapi haid belum juga datang beberapa hari setelah tanggal "paling andal", ulangi tes 2–3 hari kemudian atau periksakan diri ke bidan/dokter kandungan — ada banyak alasan haid bisa terlambat selain kehamilan, dan sebaliknya, garis yang sangat samar bisa jadi tanda kehamilan yang sangat muda, bukan selalu "evaporation line".

Sumber

Rentang waktu deteksi hCG dan konsep fase luteal yang dipakai di atas mengikuti panduan umum kesehatan reproduksi. Untuk bacaan lebih lanjut seputar kesuburan, siklus haid, dan tes kehamilan, lihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Kementerian Kesehatan RI, dan World Health Organization (WHO).