Kalkulator HPL (Perkiraan Tanggal Lahir) Terbalik
Cara kerja perhitungan mundur ini
Perkiraan tanggal lahir biasanya dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) ditambah 280 hari — rumus Naegele. Jika dibalik: HPHT = perkiraan tanggal lahir − 280 hari.
Konsepsi biasanya terjadi sekitar masa ovulasi, kurang lebih 14 hari setelah HPHT, sehingga diperkirakan sebagai perkiraan tanggal lahir dikurangi 266 hari. Jika Anda hamil melalui program bayi tabung (IVF), Kalkulator HPL (Perkiraan Tanggal Lahir) IVF akan lebih presisi karena dihitung berdasarkan tanggal transfer embrio Anda yang sebenarnya.
Bulan konsepsi → bulan kelahiran, sekilas
| Konsepsi pada | Bayi lahir sekitar |
|---|
Hal yang perlu diperhatikan
Tabel di atas menganggap konsepsi terjadi pada tanggal 15 setiap bulan, sekadar sebagai patokan tengah — kenyataannya konsepsi bisa terjadi kapan saja sepanjang bulan, jadi anggap tabel ini sebagai gambaran kasar, bukan jadwal yang pasti untuk situasi Anda sendiri.
Perhitungan mundur ini juga mengasumsikan kehamilan berlangsung tepat 280 hari dari HPHT atau 266 hari dari konsepsi. Pada praktiknya, hanya sekitar 5% bayi lahir persis pada perkiraan tanggal lahirnya, dan persalinan yang terjadi dalam rentang dua minggu sebelum atau sesudah perkiraan masih dianggap normal — jadi HPHT dan tanggal konsepsi hasil hitungan mundur ini sebaiknya dibaca sebagai perkiraan yang wajar, bukan tanggal yang eksak.
Kalau perkiraan tanggal lahir Anda sudah pernah disesuaikan berdasarkan hasil USG, HPHT dan tanggal konsepsi yang muncul di sini juga mengikuti penyesuaian tersebut, bukan siklus haid Anda yang sebenarnya. Untuk kehamilan kembar, ingat bahwa kelahiran biasanya terjadi lebih awal dari perkiraan tanggal lahir kehamilan tunggal, sehingga tanggal konsepsi hasil hitungan mundur bisa tampak lebih maju dari kenyataan.
Sumber
Perhitungan mundur ini memakai konvensi kehamilan 280 hari yang sama dengan rumus Naegele, standar yang juga dipakai tenaga kesehatan di Indonesia. Untuk bacaan lebih lanjut, lihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbitan Kementerian Kesehatan RI.