Kalkulator HPL (Perkiraan Tanggal Lahir)
Bagaimana ini dihitung
Metode haid terakhir di atas menggunakan rumus Naegele, formula yang paling umum digunakan oleh tenaga medis: ambil hari pertama haid terakhir Anda, tambahkan satu tahun, kurangi tiga bulan, lalu tambahkan tujuh hari — ini sama dengan menambahkan 280 hari (40 minggu) untuk siklus rata-rata 28 hari. Kami menyesuaikannya sedikit untuk siklus yang lebih panjang atau lebih pendek dari 28 hari, karena ovulasi bergeser lebih awal atau lebih lambat sesuai panjang siklus.
Metode tanggal konsepsi dan transfer embrio IVF bekerja mundur dari jendela 280 hari yang sama, hanya dihitung dari titik awal yang lebih akhir dan lebih presisi — inilah sebabnya perkiraan tanggal lahir dari IVF sering dianggap sedikit lebih akurat dibanding yang hanya berdasarkan haid terakhir.
Menjalani IVF atau transfer embrio beku? Alat khusus kami mencakup transfer Hari ke-3, Hari ke-5, dan Hari ke-6 dengan panduan khusus IVF. Coba Kalkulator HPL (Perkiraan Tanggal Lahir) IVF & FET →
Minggu kehamilan ke bulan
Dokter melacak kehamilan dalam hitungan minggu, tetapi kebanyakan orang tetap berpikir dalam bulan. Karena satu "bulan kehamilan" bukan tepat empat minggu, pemetaannya tidak selalu rata — berikut rinciannya:
| Minggu | Bulan | Trimester |
|---|---|---|
| 1–4 | Bulan 1 | ke-1 |
| 5–8 | Bulan 2 | ke-1 |
| 9–13 | Bulan 3 | ke-1 |
| 14–17 | Bulan 4 | ke-2 |
| 18–22 | Bulan 5 | ke-2 |
| 23–27 | Bulan 6 | ke-2 |
| 28–31 | Bulan 7 | ke-3 |
| 32–35 | Bulan 8 | ke-3 |
| 36–40 | Bulan 9 | ke-3 |
Ingin mengonversi minggu tertentu, ke arah manapun, lengkap dengan penjelasannya? Buka Konverter Minggu ke Bulan →
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Kolom panjang siklus di atas hanya menerima rentang 20–45 hari, padahal di lapangan cukup banyak yang siklusnya lebih pendek atau lebih panjang dari itu. Kondisi seperti PCOS, gangguan tiroid, masa menjelang menopause, atau beberapa bulan pertama setelah berhenti KB hormonal sering membuat siklus jadi tidak menentu. Kalau ini yang Anda alami, hasil dari metode HPHT akan kurang bisa diandalkan — lebih baik pakai metode tanggal konsepsi jika Anda cukup yakin kapan ovulasi terjadi.
Rumus Naegele berasumsi ovulasi selalu jatuh pada hari yang sama sebelum haid berikutnya, padahal kenyataannya waktu ovulasi bisa maju-mundur dari satu siklus ke siklus lain — kelelahan, stres, sakit, atau bepergian jauh semuanya bisa menggeser waktunya. Karena itu, perkiraan dari HPHT sebaiknya dianggap sebagai titik awal untuk diskusi dengan bidan atau dokter, bukan tanggal yang sudah pasti.
Kalau USG di trimester pertama (paling akurat sekitar minggu ke-8 sampai ke-13) menunjukkan usia kehamilan yang berbeda dari hasil di atas, tenaga kesehatan biasanya akan mengikuti hasil USG tersebut. Sebabnya, USG mengukur ukuran janin secara langsung, yang umumnya lebih presisi dibanding menghitung mundur dari asumsi panjang siklus — apalagi bila siklus haid Anda memang tidak teratur. Ketiga metode di atas (HPHT, konsepsi, transfer IVF) sering memberi tanggal yang sedikit berbeda satu sama lain, dan itu wajar: masing-masing hanya mempersempit perkiraan yang sama dari sudut data yang berbeda.
Sumber
Kalkulator ini memakai rumus Naegele dan konvensi penanggalan kehamilan standar yang juga dipakai tenaga kesehatan di Indonesia. Untuk bacaan lebih lanjut seputar pemeriksaan kehamilan dan penentuan usia kandungan, lihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbitan Kementerian Kesehatan RI, dan World Health Organization (WHO).