Kalkulator Kenaikan Berat Badan Kehamilan
Total kenaikan yang disarankan berdasarkan kategori BMI
| BMI sebelum hamil | Tunggal | Kembar |
|---|---|---|
| Kurus (<18.5) | 12,7–18,1 kg (28–40 lb) | Belum ditetapkan |
| Normal (18.5–24.9) | 11,3–15,9 kg (25–35 lb) | 16,8–24,5 kg (37–54 lb) |
| Kelebihan berat badan (25–29.9) | 6,8–11,3 kg (15–25 lb) | 14,1–22,7 kg (31–50 lb) |
| Obesitas (30+) | 5,0–9,1 kg (11–20 lb) | 11,3–19,1 kg (25–42 lb) |
Bagaimana perkiraan mingguan dihitung
Kategori BMI sebelum hamil dihitung dari berat dan tinggi badan yang Anda masukkan, memakai rumus BMI standar (berat dalam kg dibagi kuadrat tinggi dalam meter). Kategori inilah yang menentukan kisaran total kenaikan berat badan yang disarankan di tabel di atas.
Untuk perkiraan "kenaikan yang diharapkan pada minggu ini", kalkulator memakai pola dua tahap: pada trimester pertama (hingga minggu ke-13), kenaikan diasumsikan naik bertahap hingga sekitar 2 kg. Setelah itu, sisa kenaikan menuju titik tengah kisaran total dibagi rata secara linear dari minggu ke-13 sampai minggu ke-40. Pola ini menyederhanakan kenyataan yang sebenarnya tidak selalu rata — banyak yang justru naik lebih lambat di awal dan lebih cepat di trimester ketiga, atau sebaliknya.
Hal yang perlu diperhatikan
Angka pada kategori "kembar" untuk BMI kurus belum ditetapkan karena data penelitiannya masih terbatas — kalau ini kondisi Anda, diskusikan target kenaikan berat badan langsung dengan dokter kandungan Anda. Kenaikan berat badan yang sehat juga sangat dipengaruhi oleh mual di awal kehamilan, retensi cairan, dan pola makan sehari-hari, jadi jangan berkecil hati kalau kenaikan mingguan Anda tidak persis mengikuti garis lurus di atas — yang lebih penting adalah tren keseluruhan menuju kisaran total yang disarankan.
Sumber
Kisaran kenaikan berat badan di atas mengikuti pedoman Institute of Medicine (IOM) yang banyak dirujuk secara internasional. Untuk konteks gizi kehamilan yang lebih spesifik untuk Indonesia, lihat panduan Angka Kecukupan Gizi dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbitan Kementerian Kesehatan RI, serta Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).